![]() |
| Foto Kegiatan Pekanan Muslimah LDM |
Sudah jarang aku membuka media sosial bernama Facebook.
Barusan seperti di gerakan jari jari ini membuka pesan pesan masuk.
Ku buka dari urutan paling atas, isinya sebuah pesan sapaan berasal dari seseorang yang baru satu dua kali ditemui, sisanya aku memang sempat melihat beberapa kali postingannya di beranda Facebook.
Tidak lama ia mengirimi pesan padaku : "Teh, aku ingin berhijab" "Teh, aku ingin istiqomah". Sontak bathinku terenyuh untuk melanjutkan percakapan lebih lama.
Ku balas dengan bahasa selembut mungkin. Lalu ia bilang :
"Teh, aku dekat dengan alumni pesantren. Aku di beri nasihat oleh dia agar berhijab teh, tapi sebelumnya memang sudah ada keinginan untuk berhijab secara istiqomah".
"Teh aku sedang bekerja diluar negeri menjadi TKW"
"Sulit sekali untuk berhijab, untuk sholat pun jarang bisa menyempatkan"
"Beberapa bacaan sholat pun aku sudah lupa"
"Makanan pun aku tidak tahu itu daging sapi atau babi, mungkin secara tidak sadar aku sudah makan makanan yang haram"
"Teh penampilanku jauh dari syari'at".
"Teh aku malu, tapi bisikan bisikan setan ini tetap kujalankan meski aku tahu salah".
Ku balas dengan hati hati berharap Allah terlibat banyak dalam tulisanku, karena hidayah memang sepenuhnya kuasa Allah saja. semoga pesan balasanku sampai ke hati dan menggerakkan nya agar benar-benar menjemput hidayah itu.
Berikut pandanganku tentang hal hal yang dihadapi muslimah tadi,
- Memang kalau Allah sudah berkehandak memberi hidayah, teman chatting-pun yang tak pernah bertemu didunia nyata, tak bertatap wajah-pun sanggup menggoyahkan benteng-benteng syaitan (godaan untuk tidak mau ta'at pada aturan Allah). Maka jangan pernah merasa percuma menasihati sahabat jauh sekalipun meski dengan satu dua kalimat mengajak pada kebaikan, kita tidak pernah tahu kalau jangan jangan Allah terlibat banyak untuk menjadikan kita washilah hidayah sahabat kita tersebut.
- Wanita, muslimah, singleparent, TKW. Adalah selalu menjadi hal yang menyayat bathinku ketika mendengarnya.
Untukmu wahai penguasa :
Apakah harus wanita pergi jauh tanpa mahram?
Kenapa mengizinkan wanita bekerja sebagai TKW diluar negeri?
Bukankah bisa saja ada larangan wanita untuk pergi menjadi TKW dengan cara memberikan pelatihan entrepreuner, pinjaman uang untuk membuka usaha misalnya, atau apapun yang bisa mencegahnya pergi jauh jauh yang hanya membuat izzahnya hilang, karena tak jarang wanita muslimah mencopot jilbabnya atas nama resiko pekerjaan, berpindah keyakinannya, terpapar budaya barat.
Renungan untukku :
Bismillah, semoga dapat menjadi renungan bersama.
Rupiah, pernah ku memikirkan tentang rupiah yang tiada habisnya ia menghantuiku, menakut-nakutiku bahwa : "apakah aku akan bahagia tanpa rupiah?."
Lalu apakah satu detik kemudian setelah rupiah dalam genggamanku, apakah ada jaminan aku bisa menikmatinya ? ada jaminan aku masih hidup?
Kegelisahan wanita biasa yang belum punya keberanian, selain menulis tanpa solusi.
3. Bagi sebagian muslimah untuk menyempurnakan syari'at hijab adalah berat, penuh rintangan, penuh perjuangan berdarah-darah. Tapi bagi sebagian lain mungkin menyempurnakan syari'at hijab itu mudah. Dalam hal ini proses setiap orang memang berbeda-beda, mungkin ada yang cepat menjemput hidayah dari Allah, ada yang kurang peka hidayah sehingga prosesnya lebih lama. Tapi bukan berarti menjadikan ia lebih baik dan sebagaian yang lain belum tentu baik. Maka, sadar peran adalah penting, kalau kita diposisi mendapat hidayah lebih dulu maka coba mengambil peran untuk mau mengulurkan tangan bagi sebagian yang lain. Bila merasa diri sulit menjemput hidayah, maka jangan ragu untuk mendekati pusaran kebaikan. Bagiku hari ini mendekati pusaran kebaikan itu bukanlah hal yang sulit, sebab dalam genggaman ponselpun kita bisa menjemput kebaikan dari penjuru dunia manapun dengan sentuhan jari dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sudah siap untuk berperan? Terlibat mengulurkan tangan atau pun menjemput kebaikan?
4. Shalat. Rukun Islam ke dua. yang perannya di diri kita sebagai tiang agama.
Pertanyaannya mengapa sholat berat dilakukan padahal hanya lima kali dalam sehari ? Bisa jadi karena kita tidak sadar seutuhnya bahwa peran sholat adalah sebagai tiang agama, atau memang kita benar benar tidak sadar karena sibuknya kita mengejar dunia?
5. Memperhatikan halal dan haram itu penting, sebagian muslim kurang memperhatikan apa yang masuk kedalam perutnya. Terkadang bila dirasa enak dan ekonomis ya langsung santap. Tidak tahu mana yang halal mana yang haram. Padahal makanan haram sangat berpengaruh untuk kehidupan seorang muslim, bahkan untuk kehidupan akhiratnta setelah kematian. Baik pengaruh terhadap terkabulnya do'a, amal sholehnya, dan kesehatan dirinya dipengaruhi dari makanan yang ia konsumsi setiap hari. oleh karena itu setiap muslim begitu urgent untuk mempelajari halal haramnya makanan.
Makanan haram mempengaruhi do’a
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)
Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/2185-pengaruh-makanan-yang-haram.html
Aku juga merekomendasikan teman-teman untuk sama sama berhijrah produk hariannya dengan yang terjamin halalan thoyyiban herbal sunnah dan pemiliknya muslim. Teman-taman cukup klik link ini hni.id/00895012 dan dapatkan informasi-informasi produk yang kamu butuhkan.
Percakapan kami mengalir sampai bathinku bergumam :"Ya Rabb diluar negeri sana ada seorang muslimah, ia singleparent yang berikhtiyar menjemput rezeki dengan bermodal nekad pergi menjadi TKW untuk menghidupi bayinya yang ia tinggal dikampung halaman, diluar negeri sana ia sulit beribadah padaMu, ia sulit membedakan makanan halal haram, hidup jauh dari keluarga, hidup di tempat asing yang minoritas umat Muslimnya. Maha Penyayang Engkau ya Rabb Engkau beri hidayah ia dengan tergerak hatinya ingin memperbaiki penampilan nya agar sesuai syari'at, ingin belajar agama lebih baik lagi, ingin istiqomah dalam kebaikan."
Maka nikmat tuhan manakah yang kau dustakan?
-Semoga Allah melembutkan hati kita agar mudah peka terhadap hidayah yang menghampiri kita-
Jika mendapat kebaikan dari tulisan ini jangan lupa untuk berbagi, jika mendapat keburukan dari tulisan ini tolong tegur penulis ini. Jangan bosan jadi pribadi penjemput hikmah. :)
