Minggu, 13 Agustus 2017

Oh Greentea, cinta punya harga diri

Greentea itu enak kan?
Tapi kalau Gelisahati, gak enak huhu

Tetap harus melangkah, menyelesaikan apa yang harus diselesaikan
Masih banyak kewajiban yang harus dikerjakan. Terlalu banyak membuang waktu memikirkan yang gak perlu, hanya nunda apa yang mesti ditunaikan. Hidup bukan tentang manusia menilai, tapi tentang penilaian Allah, fus!


Cinta itu punya harga diri

Meski tidak ada hubungan nya greentea dengan harga diri cinta
Tapi setidaknya aku jauh lebih suka menikmati greentea yang aku tidak temukan bangkai lalat didalamnya. Ini pengalaman pribadi. Aku berhenti menikmati greentea hanya karena lalat. 
Paham tidak?

Tanyalah aku kalau kau tak paham.


Lalu bagaimana dengan cinta yang punya harga diri?
Definisi cinta bagiku adalah memahami dengan setulus hati, ukuran tulusnya terasa oleh hati lagi, itu pun kalau kau pakai hati!
Lalu bagi mereka yang tidak memahamiku bahkan malah merumitkan, aku tidak menemukan cinta menurut definisiku.

Aku coba untuk tidak egois
Aku akan belajar definisi cinta menurut orang lain, tapi tolong jangan memaksakan.

Terima kasih untuk yang berusaha memahami orang rumit ini
Si golongan darah O yang nyaris salah memilih partner.


-Nurul Hifni Hayatunnufus-


Kamis, 10 Agustus 2017

Mentersenyumi Lima Satu

Menikamati paduan suara sekawanan jangkrik dikosan baru. Suasana nya lebih tenang dan lebih mirip suasana rumah. Belum genap satu minggu aku disini, tapi sudah merasa nyaman. Maka pertama tama aku sapa semua penghuni yang ada. Kata adik ku, aku harus segera mengenalkan diri pada semua penghuni kosan. Sebab khawatir disangka jurig (haha, yang orang sunda pasti tahu artinya).
Ahad, lima hari yang lalu adalah hari terakhirku berada di Pondok Syafira tercinta, dan merupakan hari yang paling sibuk. Hanya dua jam dengan kekuatan kepepet waktu dan didampangi ibu super yang selalu ada buatku dalam berbagai kondisi. Bayangkan, sebenarnya jarak dari kosan yang lama menuju kosan baru itu hanya dua puluh langkah (iseng pernah aku hitung, tentu dengan ukuran langkah kaki ku). Tapi selama hampir sebulan waktu untukku pindahan seperti tak ada waktu dan tak pernah sempat. Sekalinya ngangkut buku (jangan bayangin buku nya cuma satu dua, :') karena tabungan buku udah ratusan), bagaimana tidak tangan ini sakit, pegal pegal.hohoho.

Tapi hikmahnya adalah seberat apapun masalahmu kalau kamu siap menjalani nya dengan resiko apapun tentu akan selesai. Dan jangan lupa selalu minta dukungan orang yang paling mau bergandengan disemua kondisimu. Seperti ibu, yang tidak harus dikodein, ditanyain, dimintain, dan di di yang lain nya. Ibu akan selalu ada dalam kondisi apapun. Bagiku ibu, mungkin bagi teman-teman berbeda.

Nah itulah sepenggal kisah pindah kosan ke Kosan Putri Lima Satu. Jadi namanya Lima Satu. Hoho.... 
Entah maksudnya apa, nanti aku akan tanya sejarahnya pada Pak Aji( beliau bapak kost yang paling baik hati, bagiku_ bagimu mungkin berbeda).

Selalu rindu pada :
(Seangkatan 2013 dulu) :D
*Teh Mifta akhwat dari Lampung (Jurusan Teknik Informatika 2013) akhir-akhir ini beliau sakit semoga segera sehat dan ujian sakitnya menjadi penggugur dosa ya teh. Beliau ini, penghuni kosan yang paling ramah. Penghuni kosan syafira yang pada saat yang lain masih malu malu kenalan, beliau mah langsung silaturrahiimin tiap kamar untuk disapa kenalan. Berkesan selalu momen ini, dan sampai hari ini salah satu yang mau mendengarkan banyak cerita ku. Yang juga menginspirasiku untul menulis di blog. Harapannya kita bisa jadi sahabat di Surga juga. :')

*Zamzam akhwat dari Majalengka ( Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2013). Diantara belasan akhwat kosan zamzam atau zami atau azam ini adalah yang tertangguh kalau jalan jalan sama azam merasa aman karena beliau pengetahuan sosialnya banyak. Tidak pernah lihat beliau nangis kecuali pas ada momen mengharukan antara kami dan ibu kost (kalau diceritakan sangat panjang, nanti ditulis lain kali kalau ada kesempatan). Dan hafalan nya masya Allah, kalau sedang menjadi imam shalat berjama'ah suaranya masya Allah merdu. Beliau suka nonton bola terheboh sama nontonin OKejek(nulisnya gini bukan?),  Harapannya kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')



*Teh Mae akhwat dari Jampang ( Jurusan Bahasa dan Sastra Arab 2013). Kami mengganggap beliau tersenior karena kebijaksanaannya. Imam shalat yang merdu dan tersering. Teteh paling ceria masya Allah, terbaik bahasa Arabnya. Selalu ngegemesin, pengertian, perhatian. Ibu dari dua boneka panda kuning (kalau aku ibu dari boneka panda hitam putih). Harapannya kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')


*Teh Ica akhwat dari Tasik (Jurusan Tasawuf Psikoterapi 2013). Namanya Anisa, tapi kami biasa panggil teh ica. Orangnya lucu dan cantik terus. Suka menghadirkan kelas kecantikan disela sela kesibukan kuliahnya. Biasanya beliau mengundang teman nya yang ahli kecantikan, kelas gratis dan kami tinggal duduk diajarin dandan, tapi aku bel pernah ikut kelas kecantikan nya, jadi penonton disebrang kamar :D. Pandai membuat cilok dan seblak, harapannya kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')

 *Eka akhwat dari Purwakarta ( Jurusan Pendidikan Biologi 2013). Eka ini sohib Inggrid, mereka sangat dekat dan bersahabat. Eka ini adalah anggota Paduan Suara Mahasiswa Kampus, suaranya masya Allah bagus, hafalannya banyak dan banyak prestasinya juga apalagi dibidang akademik. Juara banget. Semoga cita citanya masuk kedokteran masih selalu bisa di ikhtiyarkan. Salut sama Eka, beliau adalah ibu dari tanaman lidah buaya di kosan. Penyayang tumbuhan
 Harapannya kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')


*Teh Miraz akhwat dari Garut, ( Jurusan Kimia Saintek 2013). Kalau mengenal lebih dekat, Teh Miraz ini orang yang mau berbagi banyak pelajaran hidup. Kalau ditanya tentang suatu hal yang rumit beliau bisa menjelaskan nya dengan sederhana dan ringan di pahami. Ilmuwan banget. Akhwat kosan pertama yang berkacamata dan paling istiqomah berkacamata. Teman ngobrol paling asik didapur. Harapannya semoga kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')



*Neng Nanda akhwat Tasik(Jurusan Muamalah 2013) Kawan pertama di Bandung, 
sebimtes, satu kamar di kosan teh Azam sama Ai Dinah. Tersunda, paling suka curhat panjang lebar pakai bahasa sunda, bahasa nya halus banget. Pokonya do'a buat neng adalah semoga segera dipertemukan sama ikhwan yang siap jadi kekasih halal dunia akhirat yang tidak menyia-nyiakan neng lagi. Menggambarkan kebaikan neng itu susah soalnya banyak banget. Selalu pengertian, terbaper sealam syafira. Paling hobi masak apalagi kalau kita belanja bareng dari pasar manglayang terus dilanjut masak masak bareng :') tersepesial.
Harapannya semoga kita bisa jadi sahabat surgaNya juga :').

*Teh Epi akhwat dari Majalengka (Jurusan Sosiologi 2013) Tetangga terdekat samping kamar yang selalu banyak direpotin aaaah terharu, selalu berbagi banyak makanan dan banyak kebaikan, suka mendaki gunung (sehobi sama teh Mifta dan Zamzam). Kita sesama akhwat pengendara motor (pulang pergi Bandung bermotor metik) hoho... suka berbagi banyak sayur berkarung karung kalau habis pulang dari kampung halaman. Harapannya kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')


*Inggrid akhwat Purwakarta, ( Jurusan Pendidikan Fisika 2013), terkalem sealam syafira. Nggrid, ibu guru Inggrid selalu menginspirasi sabar dalam proses. Tidak mengeluh. Menikmati proses. Diam diam tapi banyak pergerakannya. Terpeka, suatu hari tiba-tiba bawain sepiring nasi, bikin terharu. Harapannya kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')

Daaan dua akhwat dari jurusan psikologi.

*Dea akhwat dari Kuningan, (Jurusan Psikologi 2013). Tersibuk, jarang ada dikosan tapi selalu bawa kecerian kalau udah kumpul bareng. Anggun dan berkacamata. Pengalaman ketika mampir ke kamar beliau ternyata beliau penggemar artis korea. Harapannya kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga :')


*Ana akhwat dari Subang  (Jurusan Psikologi 2013). Ana A7, karena ada dua kamar, kadang tidak sengaja mengA7kan beliau. Ana tercantik, pakai atau tanpa make up. Penghuni lain memanggilnya dede, entah apa sejarahnya aku tidak tahu. Beliau ini tersamangat, totalitas tanpa batas. Selalu ceria, wawasan sosialnya luas, dan argumen nya kadang mengejutkan. Tapi selalu mau berbagi hal apapun dalam bingkai kebaikan. Harapannya semoga kita bisa jadi sahabat di SurgaNya juga. :').

Sekilas info tentang kawan kawan seperjuangan diKosan Pondok Syafira angkatan 2013.

Banyak hal yang kami lewati. Suka maupun duka. Bahagia, kesal, ramai, sepi, menangis, tertawa. Serba serbi kebersamaan. Sekarang kami berpencar tapi kami bersama dalam do'a. Saling mendo'akan ya .

Terakhir, aku ingin merenungi nasihat beliau :')
Sebelum pagi bergandengan mentari.
Beliau pendengar tersabar, nasihatnya sejuk dengan bahasa jiwa yang indah penuh hikmah. Beliau bilang :

"Istiqomah itu adalah hal yang paling berat. Menjaga hati, lisan, serta perbuatan dari apa apa yang Allah larang. Istiqomah adalah tujuan dari setiap perjuangan. Dengan kata lain, istiqomah adalah ketetapan hati untuk senantiasa berjalan dalam ridhaNya yang diucapkan serta dilakukan dengan perbuatan. Tapi terkadang kita makhluk yang lemah, tak luput dari khilaf dan nista. Akan tetapi RahmanNya Allah. Perintah dan larangan yang dia tentukan tak pernah melebihi batas kemampuan lita. Mencobalah untuk belajar lebih menerima dan memahami. Bahwa dunia boleh berpandangan tentang apapun, akan tetapi kita punya argumentasi yang layak dipertahankan. Setidaknta dihadapanNya."
(Ada beberapa kata yang di hapus, selebihnya murni nasihat beliau.)

Tegas!
Menguatkan :')

Mentersenyumi keadaan, untuk direnungi.
Benar kang, tidak semua yang direnungi harus dibersamai dengan kegalauan dan tangisan kalau ternyata senyuman dan tertawa juga bisa membersamai renungan tanpa membuat mata sembab dan hati tertusuk-tusuk.

Mentersenyumi keadaan,
Aku tersenyum dan tertawa bersama masalahku.
Dia (masalah) heran :  ko hari ini kamu tidak menangis?
Aku : :)

Semoga mengambil hikmah dan ingatkan kekeliruannya :')

Curat curet nufusnafas
Nurul Hifni Hayatunnufus




Minggu, 06 Agustus 2017

Tak Sempat Menggenap


Pahlawanku
Aku tidak bisa menulis dengan baik, tapi izinkan aku berbagi kata. Terima kasih ya kawan-kawan yang sabar. Aku semogakan kawan-kawan yang sabar hatinya selalu Allah mudahkan langkahnya pada jalan-jalan kebaikan yang diridhoiNya.

Hidup ini jangan kau habiskan dengan pilihan-pilihan menyusahkan.
-Menyusahkan kehidupan akhiratmu- misalnya.

Terima kasih pada "peristiwa" yang tayangannya ada disetiap episode perjalanan hidup, menemukan peristiwa berarti siap menggali kode dariNya. 

Seperti peristiwa kematian.

Katanya setiap saat dalam kehidupan dunia ini ada nyawa yang melayang tak terhitung. 
Berarti akan tiba suatu waktu nyawa dalam jiwaku pun melayang.

Katanya setiap yang merasakan kematian itu rasanya menyakitkan sekali.
Berarti akan tiba suatu waktu diriku akan merasakan rasa menyakitkan itu.

Katanya sakaratul maut itu berakhir dengan Su'ul Khotimah dan Husnul Khotimah.
Berarti akan tiba suatu waktu diriku memilih akhir kehidupan dengan yang su'ul atau khusnul.

Wahai jiwa yang masih diberi kesempatan, pantaskah masih melalai? sedangkan kematian sedang mengikutimu. Siapa tau ia sedang duduk memerhatikanmu dari jarak sekian senti tapi kamu malah sedang mendengarkan musik yang tak diridhoi, melihat tulisan yang tak diridhoi, mengatakan hal-hal yang tak diridhoi?

Hey.. jiwa yang masih diberi kesempatan!
kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Masih kah kamu kurang bersyukur atas nikmat hidup ini? 
Didetik ketika penglihatan dan pendengaran bekerjasama menghasilkan suara istighfar dengan suara keybord yang tak seirama. Tidak seirama karena gerakannya terus bertafakur. "Aku kurang bersyukur ya Rabb".

Hari ini ahad, meski rutinitas berbelanja ke pasar manglayang tak sempat aku agendakan lagi. Bagiku hariku Allah taburi kebaikan. Full kebaikan. Full seharian. Selalu. Alhamdulillah.

Alhamdulillah hari ini masih Allah beri nikmat bernafas gratis dan wifi yang tidak gratis. hehe

Lagi lagi kematian.

Dalam kemacetan yang tidak pernah tidak. Aku merenungi peristiwa beberapa hari terakhir. Yang malam ini coba aku bagi dalam sebuah tulisan aneh ini. Mulai dari seorang mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang terlintas bus, uwa nya seorang kawan yang meninggal, meninggalnya seorang ulama  hingga dokter terkenal hingga masih hangat kabar dari kota Subang, tadi pagi meninggalnya suami teman ibuku yang Allah uji dengan sakit yang diderita sekitar 10 tahun lamanya. 

Bukan hal yang kebetulan Allah melibatkanku pada hadirnya dipemakaman mahasiswi uin yang viral di media sosial atas takdir kematiannya itu. Sebelumnya kami tak pernah bertemu waktu almarhumah masih hidup. Waktu kejadian kecelakaan terjadi aku sedang asyik menelpon ibu dan sempat kaget tapi ya sudah, keesokan harinya dengan proses yang tiba-tiba sekitar jam nanggung maksudnya pagi engga siang pun belum, Siti Shohebah Mahar Rizkiyah, S.H (Calon). Dia menghubungi dan memintaku untuk takziyah, aku ragu karena memang sudah ada janji pergi Jabar Book Fair dengan Teh Mifta Ardianti, S.T (Calon). Makam nya itu melewati jalan Gatot Subroto, dua kali lewat jaln ini ketika ikutan berbondong-bondong ke Masjid TSB untuk ngaji ke Ust. Hanan Attaki. Setibanya disana beberapa teman yang aku kenal baik seperti Neneng Nanda Sobariyah. S.H (calon) dan Ade Irma. S.H (calon) juga hadir pada pemakaman yang ramai sekali itu. Maka serangkaian takdir itu membawaku ke pemakaman padat sempit jalan setapakpun, membuat kami yang ingin mengucap perpisahan dan do'a terpaksa agak menginjak pemakaman yang lain. (Hatiku seperti menasihati dan dan tempat itu membuatku hening memuhasabahi diriku " ya Rabb, aku tak sanggup dengan takdir kematian yang dialami temanku ini, semoga proses sakaratul maut sampai proses perjalanan kuburmu selamat. Sisanya aku diam, tak banyak mau bertanya dan berkata-kata, cukup penglihatan atas gundukan tanah berlapis keramik-karamik kuburan itu menjadi jawaban "aku akan menyusul, lalu sampai kapan aku masih lengah dan lalai?" "apakah aku akan merapat dengan golongan penuh penyesalan setelah mulut ini tersumbat tanah atau kah merapat pada golongan yang segera menyadari dan cepat bertaubat atas semua lengah dan lalai dengan semua kesempatan ini?"

Lalu takdir melihat status whatsapp kawan yang berisi foto keranda yang sedang dibopong beberapa bapak-bapak, tergerak hatiku berucap duka dan bertanya "siapa kang yang meninggal?" beliau kang, S.Hum (calon) menjawab "uwa teh". Menyusul banyak pemberitaan tentang seorang dokter tampan lagi penuh prestasi yang menggemparkan tanah air kabar dukanya. Lalu tadi pagi suami teman ibu meninggal setelah berjuang sepuluh tahun melawan penyakitnya yang aku tak tau persis sakit apa yang beliau derita. 
Rangkaian peristiwa ini mengingatkan ku pada tahun 2015.  Peristiwa kematian yang proses nya tak pernah aku saksikan dan jasadnya tak pernah berkesempatan bersentuhan dengan jasadku lagi selain cium tangan malam itu. Serah terima kendaraan bapak, malam terakhir aku merasakan rasanya memeluk pinggangnya, mengobrol dengan nya, tertawa dengannya. Sudah takdir. 
Bulan Agustus terakhir dalam hidupku bertemu dengannya, dan sisa Bulan Agustus dalam hidupku akan aku lewati dengan mengenangmu. Terima kasih bapak, Kematianmu menasihatiku bahwa aku akan juga melewati proses kematian itu. Aku masih hidup dan aku akan berusaha dengan seluruh kesempatan yang Allah berikan agar Allah ridha mempertemukan dan manyatukan kami lagi sebagi anak dan bapak di JannahNya.



Kematian. Tegur aku.

Bismillah do'akan bapak, minimal al-fatihah untuk Alm. Bapak Suryo subiyantoro Bin Boentar Sardjono.

Catatan : Semoga dapat mengambil kebaikan dari tulisan ini, tolong ingatkan ya kekeliruannya.
Nurul Hifni Hayatunnufus, S. Sos (Calon)😆😆😆😆😆😆😆😆





Hiruplah Hidayah!

Foto Kegiatan Pekanan Muslimah LDM Sudah jarang aku membuka media sosial bernama Facebook. Barusan seperti di gerakan jari jari i...