Tidak boleh ada kenyamanan yang tidak pada haknya ! kata-kata itu terlintas dalam hitungan detik dan meledak dengan tergesa-gesa, jari berkolaborasi dengan keyboard telah merubah kata hati menjadi barisan huruf yang siap mewakili.
Apanya yang salah, hanya sekedar berbalas pesan. "Apa salahnya hanya berbalas pesan? Lalu mulai diam, merenungi, dan membatin: " kau tahu? tidak cukup sampai berbalas pesan, aktivitasnya akan sedikit demi sedikit bertambah meski berawal dari salam dan berbalas salam lagi. Aktivitas di dunia maya itu tidak butuh waktu lama menjadi aktivitas dunia nyata. Inilah mengapa harus diwaspadai bahkan harus dilabeli "tidak boleh" sebab porsi aktivitas semacam ini apabila hijab sudah renggang antara ikhwan akhwat, nafsu yang akan bebas mengendalikan diri tanpa batas. naudzubillahi mindzalik!
Tak sedikit pikiran-pikiran atas nama berhusnudzon tiba-tiba bermunculan. Inilah yang bernama bisikan setan barangkali. Bisikan halus yang mengaminkan pembenaran-pembenaran yang menjebak, setiap ingin menghindar seperti ada kesempatan untuk berinteraksi, padahal sudah jam malam, ikhwan akhwat tidak ahsan berbalas pesan jam malam tersebut. Tak dihiraukan, malah asyik dengan pesan-pesan yang hanya mendekatkan pada keakraban.
Ada sebuah tulisan pengingat : "Pelajaran itu bernama -tidak boleh ada kenyamanan- yang tidak pada haknya. Jangan menambah porsi kagum, porsi nyaman, dan porsi-porsi yang membengkak menjadi mengambil aktivitas yang tidak berhak. Semoga keputusan yang baik. Seba bila takdirNya, ia akan datang dengan cara terhormat yang sesuai dengan syari'at. Seperti Kopi, menimati yang sebenarnya adalah memastikan ia berada didalam gelas yang siap diseduh untuk tidak menunggu lam meminumnya" -Nurul Hifni Hayatunnufus.
Astaghfirullah... semoga Allah mengampuni kekhilafan, semoga Allah selalu beri kita hidayah agar senatiasa cepat peka terhadap perkara salah yang melahirkan dosa. Bagi sahabat yang membaca semoga dapat mengambil pelajaran dari kisah yang ditulis oleh penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar